Meneruskan tulisan ‘goresan sehabis jumaatan’ yang tidak jelas tapi tetep aja ada yang baca. Hal yang kedua yang sering atau bisa dibilang hal yang hanya aku bisa lakukan adalah menulis dan menulis. Menulis apa saja dari kejadian yang telah dialami, entah itu masa lalu yang cupu, masa sekarang, dan pemikiran masa depan.
Apa yang di pikiran kalian, maka itulah bahan tulisan kalian. Jika menemui pak satpam dan menegur anda, maka tulis dan ceritakanlah kejadian itu. Jika ditegur oleh calon mertua dan memintamu agar pulang lebih cepat dari apel malam minggu, maka tulis dan ceritakanlah kejadian itu.
Hal yang pasti dengan tulisan adalah kita bisa berfantasi dan membuat kata-kata yang tidak bisa kita ucapkan didepan masyarakat umum, seperti umpatan, cacian, hinaan, rasa yang kita pendam dan segala hal yang ada di otak kita. Tulisan merupakan buah dari pemikiran yang terkadang tidak bisa diungkapkan secara langsung. Karena tidak semua manusia diberi kekuatan dan keberanian untuk mengungkapkan gejolak di hatinya.
“Memperlebar relasi”, kata ini muncul dengan berjalannya waktu akibat dari efek salah jurusan yang diderita oleh seorang mahasiswa yang berasal dari keluarga petani. Pada dasarnya tidak ada niat sama sekali untuk berteman dengan banyak orang dengan tujuan tertentu, dan itu memang tidak pernah tertanam dalam jiwa. Namun ternyata dengan mempunyai banyak teman yang berasal dari berbagai kalangan dan berbagai status, hal itu memberikan dampak positif dalam segala hal terutama dalam urusan “tugas kampus”.
Jujur, aku lebih nyaman dan menjadi diri sendiri ketika berkumpul dengan sesama kaum “underclass”, karena kita merasakan kesamaan nasib dan merasakan kondisi buruk yang sama. Hal itu muncul akibat seringnya melihat anak-anak “highclass” menyombongkan dirinya di depan kaum bawah. Mereka seakan-akan menjadi orang yang paling sempurna dengan memiliki segalanya dan meremehkan kami. Kaum highclass yang menurutku hanya sekumpulan orang yang mengandalkan harta yang sudah ada tanpa pernah mencoba untuk mencarinya sendiri, dan mereka merasa hebat dengan kebodohannya itu. Kata “muak” selalu terucap jika melihat tingkah mereka yang selalu menindas kami. Orang-orang “highclass” yang menurutku kekayaannya adalah hasil dari jerih payah kaum “underclass”, apa mereka pernah sadar bahwa harta yang mereka dapat adalah andil dari kalangan kaum bawah, siapa yang membantu mereka dalam mencari uang yang diagungkan di otak mereka. Uang yang selalu mereka hasilkan dari pembodohan kaum bawah, uang yang berselimut kebohongan dan darah dari orang miskin.
By BIBIL
Sabtu, 02 Oktober 2010
Jumat, 01 Oktober 2010
MAHASISWA SALAH JURUSAN
Mahasiswa salah jurusan..
Menulis dan menulis,
Tapi ngga ngerti apa yang ditulis.
Mahasiswa salah jurusan..
Ngerjain dan ngerjain,
Tapi ngga pernah selesai apa yang dikerjakan.
Mahasiswa salah jurusan..
Masuk dan masuk kuliah,
Tapi ngga paham apa yang dibicarakan.
Mahasiswa salah jurusan..
Mendengar dan mendengar..
Tapi tak tahu apa yang didengar.
by BIBIL
Menulis dan menulis,
Tapi ngga ngerti apa yang ditulis.
Mahasiswa salah jurusan..
Ngerjain dan ngerjain,
Tapi ngga pernah selesai apa yang dikerjakan.
Mahasiswa salah jurusan..
Masuk dan masuk kuliah,
Tapi ngga paham apa yang dibicarakan.
Mahasiswa salah jurusan..
Mendengar dan mendengar..
Tapi tak tahu apa yang didengar.
by BIBIL
goresan sehabis jumaatan part 1
Setelah mengalami perubahan kondisi yang kurang baik dalam beberapa bulan, akhirnya pikiran mulai agak tenang dengan adanya rizki yang diberikan oleh Allah swt. Seribu senyum untuk sejuta harapan yang kelak akan kita songsong dengan semangat sinar matahari. Haha.,. (beginilah bentuk tawa).
Satu pekikan yang selalu menghampiri otak “menyadari telah menjadi mahasiswa jurusan dan menempuh pendidikan dengan lingkungan yang tidak paham”, namun bias dijalani dengan prinsip “perlebar sayap relasi, maka hidup di kampus akan terasa nyaman”.
Harus ada cara lain menjadi sukses tanpa melalui pendidikan formal perguruan tinggi, dan mencari bertahun-tahun bakat yang terpendam di dasar otak dengan gembok besi dan tanpa kunci. Ternyata yang hanya bias dilakukan adalah berimajinasi yang tinggi, menulis tanpa arti, dan mencoba memperbanyak relasi tanpa tahu manfaat apa kelak yang didapat.
Berimajinasi setiap ada peristiwa terjadi adalah pekerjaan yang menyenangkan bagiku, meskipun menurut orang-orang cerdas di luar sana bahwa terlalu banyak imajinasi bisa membuat orang menjadi terbuai oleh mimpinya. Namun menurut pandangan kami sebagai kaum imajiner, imajinasi yang tinggi adalah hal yang wajib dilakukan oleh manusia di bumi ini, karena dengan mempunyai imajinasi, maka manusia bisa merencanakan hal/solusi untuk kehidupan di masa mendatang. Dan terkadang sesuatu yang spektakuler itu akan dianggap gila awalnya oleh kaum manusia. Contoh yang sederhana, siapa yang tidak menganggap gila orang yang mencetuskan bahwa besi kelak akan bisa terbang (pesawat). Untuk itu kalian yang mengaku generasi muda, jangan pernah takut dianggap gila oleh mayoritas manusia yang menganggap ide cemerlang kita sebagai dongeng dan omong kosong. Kelak pembelian helikopter dan jet pribadi menjadi hal yang lumrah seperti petani membeli televisi.
Karena pada dasarnya dari mimpi yang kita pendam maka muncullah usaha untuk mewujudkannya, dan keindahan yang paling sempurna di dunia ini adalah ketika apa yang kita mimpikan menjadi suatu kenyataan yang kita jalani. Mimpi itu indah namun lebih indah lagi jika menjadi kenyataan. Pikirkan saja apa yang ingin kita pikirkan, lakukan saja apa yang ingin kita lakukan, dan imajinasikan saja apa yang ingin kita imajinasikan.
Berbagai macam mimpi dan imajinasi seseorang terkadang sama dengan apa yang kita impikan juga. Ingin punya pacar cantik, ingin punya banyak harta dan tahta agar dihormati, ingin punya popularitas di lingkungan tempat bergaul dan sebagainya. Tapi secara tidak kita sadari bahwa bahwa tidak semua yang kita mimpikan itu menjadi kebahagiaan yang kita idamkan. Percuma kalau punya pacar cantik tapi dia tidak tulus punya rasa terhadapmu. Percuma punya harta banyak tapi hasil dari korupsi, merampok dan sebagainya. Percuma punya popularitas tapi hanya teman yang hina di sekelilingmu.
Jadi pada dasarnya, apa yang ada pada diri kalian saat ini, itulah yang terbaik dan pantas untuk kalian banggakan.
By Bibil
Satu pekikan yang selalu menghampiri otak “menyadari telah menjadi mahasiswa jurusan dan menempuh pendidikan dengan lingkungan yang tidak paham”, namun bias dijalani dengan prinsip “perlebar sayap relasi, maka hidup di kampus akan terasa nyaman”.
Harus ada cara lain menjadi sukses tanpa melalui pendidikan formal perguruan tinggi, dan mencari bertahun-tahun bakat yang terpendam di dasar otak dengan gembok besi dan tanpa kunci. Ternyata yang hanya bias dilakukan adalah berimajinasi yang tinggi, menulis tanpa arti, dan mencoba memperbanyak relasi tanpa tahu manfaat apa kelak yang didapat.
Berimajinasi setiap ada peristiwa terjadi adalah pekerjaan yang menyenangkan bagiku, meskipun menurut orang-orang cerdas di luar sana bahwa terlalu banyak imajinasi bisa membuat orang menjadi terbuai oleh mimpinya. Namun menurut pandangan kami sebagai kaum imajiner, imajinasi yang tinggi adalah hal yang wajib dilakukan oleh manusia di bumi ini, karena dengan mempunyai imajinasi, maka manusia bisa merencanakan hal/solusi untuk kehidupan di masa mendatang. Dan terkadang sesuatu yang spektakuler itu akan dianggap gila awalnya oleh kaum manusia. Contoh yang sederhana, siapa yang tidak menganggap gila orang yang mencetuskan bahwa besi kelak akan bisa terbang (pesawat). Untuk itu kalian yang mengaku generasi muda, jangan pernah takut dianggap gila oleh mayoritas manusia yang menganggap ide cemerlang kita sebagai dongeng dan omong kosong. Kelak pembelian helikopter dan jet pribadi menjadi hal yang lumrah seperti petani membeli televisi.
Karena pada dasarnya dari mimpi yang kita pendam maka muncullah usaha untuk mewujudkannya, dan keindahan yang paling sempurna di dunia ini adalah ketika apa yang kita mimpikan menjadi suatu kenyataan yang kita jalani. Mimpi itu indah namun lebih indah lagi jika menjadi kenyataan. Pikirkan saja apa yang ingin kita pikirkan, lakukan saja apa yang ingin kita lakukan, dan imajinasikan saja apa yang ingin kita imajinasikan.
Berbagai macam mimpi dan imajinasi seseorang terkadang sama dengan apa yang kita impikan juga. Ingin punya pacar cantik, ingin punya banyak harta dan tahta agar dihormati, ingin punya popularitas di lingkungan tempat bergaul dan sebagainya. Tapi secara tidak kita sadari bahwa bahwa tidak semua yang kita mimpikan itu menjadi kebahagiaan yang kita idamkan. Percuma kalau punya pacar cantik tapi dia tidak tulus punya rasa terhadapmu. Percuma punya harta banyak tapi hasil dari korupsi, merampok dan sebagainya. Percuma punya popularitas tapi hanya teman yang hina di sekelilingmu.
Jadi pada dasarnya, apa yang ada pada diri kalian saat ini, itulah yang terbaik dan pantas untuk kalian banggakan.
By Bibil
Sabtu, 31 Juli 2010
ngga ngerti maksudnya.
kesalahan rek,,,
reparasi otak ajah klo gtu euy...
biar jiwa bisa berdiam diri dalam jasad yang beku..
kalau berjalan dengan alunan nada yang menyesatkan,,
tak pernah tahu kemana mata angin berputar..
sudah , dan selesai...
reparasi otak ajah klo gtu euy...
biar jiwa bisa berdiam diri dalam jasad yang beku..
kalau berjalan dengan alunan nada yang menyesatkan,,
tak pernah tahu kemana mata angin berputar..
sudah , dan selesai...
Langganan:
Postingan (Atom)