Minggu, 03 Oktober 2010

Wajib, marketing, dan bangsa tanpa nasionalisme

Hari selasa malam dalam lab yang penuh sesak oleh keyboard dan monitor,
“untuk mahasiswa jurusan ini, wajib mengikuti kuliah tamu dengan membayar sebesar Rp 20.000”, suara seorang bapak dosen.
Di zaman sekarang, permainan kata-kata merupakan senjata ampuh dalam melaksanakan dan menyukseskan suatu acara, contoh salah satunya adalah kata dari dosen tersebut. Namun saya memahami hal tersebut sebagai strategi marketing dari suksesnya acara, dan saya mendukung penuh akan strategi seperti tersebut. Mengapa? Karena semua yang kita lakukan adalah suatu hal yang kita harapkan menjadi sukses, dan kata sukses tersebut tidak begitu mudah untuk didapatkan tapi membutuhkan perencanaan dan strategi yang matang.
Marketing adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Bisa dibilang orang yang dapat menjadi pengusaha sukses adalah orang yang mempunyai jiwa marketing yang sangat kuat, sehingga mampu untuk memperkenalkan produk/jasa yang dia produksi.
Itu sedikit tentang marketing, tentang seminarnya masih bingung mau diceritain yang mana, haha. Pematerinya mantap, punya banyak pengalaman dibidangnya meskipun umurnya masih muda. Nama pematerinya adalah Ruby Z. Alamsyah ST. MTI. Mungkin untuk orang awam nama ini belum cukup terkenal, tapi untuk kalangan / kaum / golongan / komunitas cyber, pasti telah mengenal orang ini.
Topik yang diangkat dalam seminar tersebut adalah “Digital Forensik”, yaitu tentang penyidikan suatu kasus dengan menggunakan teknologi digital forensic guna mendapatkan bukti dari alat-alat teknologi.
Yang paling saya suka dalam seminar ini adalah ketika Saudara Ruby berucap,
“sebenarnya saya sudah ditawari kerja untuk perusahaan RIM di kanada, tapi saya menolaknya. Alasan saya simple, negeri ini masih kacau balau, saya ingin mengabdi untuk negeri ini.”
Ya, pemikiran seperti itulah yang seharusnya tertanam dalam diri orang Indonesia, nasionalisme yang harus dijunjung tinggi dan tertanam dalam jauh di dasar jiwa kita. Coba kita bayangkan, andai saja semua orang pintar Indonesia yang lebih memilih kerja di luar negeri semua itu berkumpul di Indonesia, dan tiap individu bergerak dalam bidangnya masing-masing untuk membangun bangsa dan negeri ini sesuai disiplin ilmu yang mereka kuasai. Yang terjadi adalah ekspetansi kemajuan yang luar biasa. Dan mungkin kita akan menjadi Negara maju yang ada di planet penuh sesak yang bernama bumi.
Contoh sederhana, ilmuwan kita tersebar di berbagai Negara dan mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Bila semua ilmuwan itu dikumpulkan dan mendapat satu komando yang keluar dari seorang kepala perkumpulan itu, maka konsep memajukan Negara ini menjadi lebih jelas dan lebih nyata. Sistem yang pertama yang harus ditanam juga bersifat regenerasi, artinya setiap bidang ilmu harus ada yang meneruskan keahlian di bidang itu, caranya adalah penjaringan dan perekrutan generasi muda di tiap sekolah yang tersebar di seluruh pribumi Indonesia. Saya ibaratkan ketua perkumpulan itu bernama ketua, ketua mempunyai divisi-divisi pembantu yang dipimpin oleh kordinator seksi, dan tiap seksi tersebut mempunyai disiplin ilmu yang berbeda-beda, dengan tujuan membangun negeri sesuai bidang ilmunya dan melakukan regenerasi tanpa putus.
Saya memikirkan perkumpulan ini bisa terjadi kelak di kemudian hari, kita sebut saja sekarang perkumpulan yang kita idamkan tersebut sebagai perkumpulan
“INDONESIA SCIENTISTS MOVEMENT TO FUTURE”

By BIBIL

Sabtu, 02 Oktober 2010

goresan sehabis jumaatan part 2

Meneruskan tulisan ‘goresan sehabis jumaatan’ yang tidak jelas tapi tetep aja ada yang baca. Hal yang kedua yang sering atau bisa dibilang hal yang hanya aku bisa lakukan adalah menulis dan menulis. Menulis apa saja dari kejadian yang telah dialami, entah itu masa lalu yang cupu, masa sekarang, dan pemikiran masa depan.
Apa yang di pikiran kalian, maka itulah bahan tulisan kalian. Jika menemui pak satpam dan menegur anda, maka tulis dan ceritakanlah kejadian itu. Jika ditegur oleh calon mertua dan memintamu agar pulang lebih cepat dari apel malam minggu, maka tulis dan ceritakanlah kejadian itu.
Hal yang pasti dengan tulisan adalah kita bisa berfantasi dan membuat kata-kata yang tidak bisa kita ucapkan didepan masyarakat umum, seperti umpatan, cacian, hinaan, rasa yang kita pendam dan segala hal yang ada di otak kita. Tulisan merupakan buah dari pemikiran yang terkadang tidak bisa diungkapkan secara langsung. Karena tidak semua manusia diberi kekuatan dan keberanian untuk mengungkapkan gejolak di hatinya.
“Memperlebar relasi”, kata ini muncul dengan berjalannya waktu akibat dari efek salah jurusan yang diderita oleh seorang mahasiswa yang berasal dari keluarga petani. Pada dasarnya tidak ada niat sama sekali untuk berteman dengan banyak orang dengan tujuan tertentu, dan itu memang tidak pernah tertanam dalam jiwa. Namun ternyata dengan mempunyai banyak teman yang berasal dari berbagai kalangan dan berbagai status, hal itu memberikan dampak positif dalam segala hal terutama dalam urusan “tugas kampus”.
Jujur, aku lebih nyaman dan menjadi diri sendiri ketika berkumpul dengan sesama kaum “underclass”, karena kita merasakan kesamaan nasib dan merasakan kondisi buruk yang sama. Hal itu muncul akibat seringnya melihat anak-anak “highclass” menyombongkan dirinya di depan kaum bawah. Mereka seakan-akan menjadi orang yang paling sempurna dengan memiliki segalanya dan meremehkan kami. Kaum highclass yang menurutku hanya sekumpulan orang yang mengandalkan harta yang sudah ada tanpa pernah mencoba untuk mencarinya sendiri, dan mereka merasa hebat dengan kebodohannya itu. Kata “muak” selalu terucap jika melihat tingkah mereka yang selalu menindas kami. Orang-orang “highclass” yang menurutku kekayaannya adalah hasil dari jerih payah kaum “underclass”, apa mereka pernah sadar bahwa harta yang mereka dapat adalah andil dari kalangan kaum bawah, siapa yang membantu mereka dalam mencari uang yang diagungkan di otak mereka. Uang yang selalu mereka hasilkan dari pembodohan kaum bawah, uang yang berselimut kebohongan dan darah dari orang miskin.

By BIBIL

Jumat, 01 Oktober 2010

MAHASISWA SALAH JURUSAN

Mahasiswa salah jurusan..
Menulis dan menulis,
Tapi ngga ngerti apa yang ditulis.

Mahasiswa salah jurusan..
Ngerjain dan ngerjain,
Tapi ngga pernah selesai apa yang dikerjakan.

Mahasiswa salah jurusan..
Masuk dan masuk kuliah,
Tapi ngga paham apa yang dibicarakan.

Mahasiswa salah jurusan..
Mendengar dan mendengar..
Tapi tak tahu apa yang didengar.

by BIBIL

goresan sehabis jumaatan part 1

Setelah mengalami perubahan kondisi yang kurang baik dalam beberapa bulan, akhirnya pikiran mulai agak tenang dengan adanya rizki yang diberikan oleh Allah swt. Seribu senyum untuk sejuta harapan yang kelak akan kita songsong dengan semangat sinar matahari. Haha.,. (beginilah bentuk tawa).
Satu pekikan yang selalu menghampiri otak “menyadari telah menjadi mahasiswa jurusan dan menempuh pendidikan dengan lingkungan yang tidak paham”, namun bias dijalani dengan prinsip “perlebar sayap relasi, maka hidup di kampus akan terasa nyaman”.
Harus ada cara lain menjadi sukses tanpa melalui pendidikan formal perguruan tinggi, dan mencari bertahun-tahun bakat yang terpendam di dasar otak dengan gembok besi dan tanpa kunci. Ternyata yang hanya bias dilakukan adalah berimajinasi yang tinggi, menulis tanpa arti, dan mencoba memperbanyak relasi tanpa tahu manfaat apa kelak yang didapat.
Berimajinasi setiap ada peristiwa terjadi adalah pekerjaan yang menyenangkan bagiku, meskipun menurut orang-orang cerdas di luar sana bahwa terlalu banyak imajinasi bisa membuat orang menjadi terbuai oleh mimpinya. Namun menurut pandangan kami sebagai kaum imajiner, imajinasi yang tinggi adalah hal yang wajib dilakukan oleh manusia di bumi ini, karena dengan mempunyai imajinasi, maka manusia bisa merencanakan hal/solusi untuk kehidupan di masa mendatang. Dan terkadang sesuatu yang spektakuler itu akan dianggap gila awalnya oleh kaum manusia. Contoh yang sederhana, siapa yang tidak menganggap gila orang yang mencetuskan bahwa besi kelak akan bisa terbang (pesawat). Untuk itu kalian yang mengaku generasi muda, jangan pernah takut dianggap gila oleh mayoritas manusia yang menganggap ide cemerlang kita sebagai dongeng dan omong kosong. Kelak pembelian helikopter dan jet pribadi menjadi hal yang lumrah seperti petani membeli televisi.
Karena pada dasarnya dari mimpi yang kita pendam maka muncullah usaha untuk mewujudkannya, dan keindahan yang paling sempurna di dunia ini adalah ketika apa yang kita mimpikan menjadi suatu kenyataan yang kita jalani. Mimpi itu indah namun lebih indah lagi jika menjadi kenyataan. Pikirkan saja apa yang ingin kita pikirkan, lakukan saja apa yang ingin kita lakukan, dan imajinasikan saja apa yang ingin kita imajinasikan.
Berbagai macam mimpi dan imajinasi seseorang terkadang sama dengan apa yang kita impikan juga. Ingin punya pacar cantik, ingin punya banyak harta dan tahta agar dihormati, ingin punya popularitas di lingkungan tempat bergaul dan sebagainya. Tapi secara tidak kita sadari bahwa bahwa tidak semua yang kita mimpikan itu menjadi kebahagiaan yang kita idamkan. Percuma kalau punya pacar cantik tapi dia tidak tulus punya rasa terhadapmu. Percuma punya harta banyak tapi hasil dari korupsi, merampok dan sebagainya. Percuma punya popularitas tapi hanya teman yang hina di sekelilingmu.
Jadi pada dasarnya, apa yang ada pada diri kalian saat ini, itulah yang terbaik dan pantas untuk kalian banggakan.

By Bibil