1. Davinci – Tak mungkin benar
Sejenak aku terpaku tak biasa
Menatapmu aku membisu yang ku rasa
Mungkinkah kini ada cinta
Yang melawan hatiku
Dahulu aku yang tak pernah bisa
Tak mungkin benar rasa di hatiku
Berdetak deras jantung tak menentu
Jika mungkin benar hatiku begitu
Masih kah ku ragu ragu
Saat waktu berlalu benarkah ini
Sungguh ku takut bila ku tertipu
Setengah mati
2. Peewee Gaskins – Everyday & Everynight
And this will lead to the time
We spent the night and talked about our lives
And don't forget to say goodnight
And I look you in the eyes
The temperature was cold but didn't mean anything
Since then I miss you everyday and everynight
Everyday and everynight
I came between the doorstep and window
I'll let you see the part of the world you haven't seen before
So take me by the hand let's go
As this drama just begun
Dan ini akan menghabiskan waktu
Kita menghabiskan malam dan berbicara tentang kehidupan kita
Dan jangan lupa untuk mengucapkan selamat malam
Dan aku menatap mata’mu
Suhu dingin, tapi tidak berarti apa-apa
Semenjak itu aku merindukan kamu setiap hari dan setiap malam
setiap hari dan setiap malam
Aku datang diantara pintu dan jendela
Aku membiarkan kamu melihat sisi dari dunia yang belum pernah kamu lihat sebelumnya
genggam tanganku dan mari kita pergi
Seperti drama yang baru saja dimulai
3. Rudye – Something Better
it started on the day that i met you
oh you were there. you're standing there smiling
now every night, i'm thinking of you, do you think of me?
oh baby
you used to say that i'm not in love with you seriously
but now as you're ready to go, i realized how deep i am into you
so now i. i'm living my life for you
i. i'm dying to let you know
you. you are the one that i've been waiting for
but now i. i have to let you go
i. i'm breaking my heart for you
you. you will find something better there, without me by your side
and now i'm here. where all the things changes so suddenly
and suddenly i know that you will leave.
you're leaving me here alone by my self
i used to know, that i am in love with you seriously
but now as you're ready to go, i'm thinking that i have to let you go
it started out when you gave me a smile
and now i'm here, i'm thinking of you my dear
but now you're gone and you will find something better there
bermula pada hari aku bertemu kamu
kau ada di sana. kau berdiri di sana tersenyum
sekarang setiap malam, aku memikirkan tentangmu, apa kamu memikirkanku juga?
kamu mengatakan bahwa aku tidak serius mencintaimu
tapi sekarang karena kamu akan pergi, aku menyadari seberapa dalam sayangku ke kamu.
sekarang, hidupku hanya untukmu.
Aku sekarat untuk memberi tahumu
kamu adalah satu-satunya orang yang aku tunggu
tapi sekarang, aku harus membiarkan kamu pergi
Aku patah hati
kamu akan menemukan sesuatu yang lebih baik di sana, tanpa aku di sampingmu
dan sekarang aku di sini. di mana semua hal berubah tiba-tiba
dan tiba-tiba aku tahu bahwa kamu akan pergi.
kau meninggalkan aku di sini sendirian
aku katakan, bahwa aku mencintaimu dengan serius
tapi sekarang kamu akan pergi, aku berpikir bahwa aku harus membiarkan kamu pergi
itu dimulai ketika kamu memberiku senyuman
dan sekarang aku di sini, aku berpikir tentangmu sayangku
tapi sekarang kau pergi dan kau akan menemukan sesuatu yang lebih baik di sana
----------------------------------------------------------------------------------------
Untuk KAMU :
tak pernah ku merasakan mati dalam sekian detik. Aku yang dianggap mereka sebagai “autis”, tiba-tiba hanya bisa terdiam terpaku dan membisu saat menatapmu. Melihat senyummu, meruntuhkan jiwaku dan menyapu pisau dalam jantungku. Ketika suaramu menghantam angin, yang kurasakan hanyalah tenang dan damai.
semenjak itu, setiap detik otakku hanya tercurah pada sosokmu. Dinginnya udara tak berarti apa-apa bagiku, yang terasa Cuma panas dalam hati. Untuk kamu yang disana sebagai highclass, dan aku pengagummu dari kaum underclass terhina. Hanya sekedar ingin kamu tahu, aku menyayangimu jauh sebelum aku mengenal namamu. Aku, yang selama ini tidak pernah diharapkan oleh siapapun, mencoba tuk dapatkan sedikit sisa perhatianmu. Biarkan aku menunjukan sisi dunia yang belum pernah kamu lihat.
rasa sayangku ke kamu ibarat melukis langit malam dengan tinta hitam, memperjelas apa yang sudah jelas. Benakku hanya berkutat memikirkan keadaan dirimu. Aku bisa melukis raut wajahmu dengan darahku dan mematrinya dalam jiwaku.
Namun kusadari pada akhirnya kau akan pergi meninggalkan ku disini sendiri.
Yang bisa kulakukan hanyalah menanti kesempatan yang tipis, “hanya menunggu harapan yang sirna”.
JEJAKI KISAH, HENTIKAN RESAH, PELIPIS TAWA, SAKIT MENYIKSA, SENYUMAN HINA, PELUK TERTUMPAH.
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 30 Juli 2011
Jumat, 12 November 2010
Cinta dan Celana Jeans yang penuh “sobekan”
Setiap hari orang pasti memperhatikan penampilan, apakah penampilannya sudah menarik dan keren, atau masih asal-asal’an. Ingin keluar rumah, hal yang dilakukan adalah terpaku memandang wajah sendiri di depan cermin yang bisu. Mengacak-acak rambut, mencium harum bau badan, memeriksa mimik wajah, memandang dan menyesuaikan posisi p*ntat dengan celana yang dipakai. Semua itu ibarat ritual wajib sebelum keluar mencari keceriaan. Lagi-lagi, faktor paling berpengaruh adalah untuk menarik perhatian lawan jenis. Memang, jika orang sudah mengerti tentang rasa dan perasaan, maka cenderung orang itu ingin perasaan itu tersampaikan.
Sedikit menyimpang dari cerita, tentang perasaan. Perasaan mungkin lebih banyak dikenal orang-orang dengan perumpamaan kata sayang dan cinta. Hal yang paling absurd di dunia memang masih disebut cinta. Cinta menyatakan perasaan yang timbul dari gejolak-gejolak aneh yang ada dalam jiwa. Gejolak yang menandakan kebahagian ketika tersampaikan rindu dan harapan. Gejolak yang terasa lebih indah ketika bertemu dan menatap sang pembawa kasih. Perasaan dan cinta itu anugerah, meskipun tersampaikan ataupun tersakitkan. Karena itu tanda bahwa kita masih bisa merasakan cinta dan sakit. Dua hal yang memang selalu berdampingan dan tak terpisahkan.
Celana jeans, suatu barang yang sudah tak terpisahkan lagi dengan kehidupan para pemuda-pemudi kita. Dulu jeans memang dianggap sebagai budaya dari barat yang dikhawatirkan membawa dampak buruk bagi para generasi muda bangsa Indonesia. Sampai saat ini pun jeans dianggap oleh sebagaian kalangan merupakan produk dari kaum yang tak terhormat (tidak disebutkan kaum apa, karena sama sekali tidak ingin menjatuhkan kalangan manusia yang lainnya). Namun, ada pandangan yang berbeda, jeans merupakan pemrakarsa orang luar, tapi selama kita tidak mengambil keburukan dari hal tersebut, bisa dianggap boleh saja kita menggunakan produk jeans tersebut. Ya mungkin lebih baik kita biarkan orang-orang yang lebih mengerti tentang hal itu yang mengurusnya, kita lebih asyik mengamatinya saja. (hahaha).
Tahun 2005, sebuah hal terjadi, mungkin kalau aku lebih menyebutnya sebuah keajaiban, karena dipertemukan dengan celana jeans berwarna agak gelap (sampai sekarang belum paham sebenernya berwarna apa jeans itu). I called “whisper jeans”. First time yang dilakukan bila memiliki barang baru pastinya adalah mencobanya. Kaki sedikit mekangkang dan memasukkan ke lubang celana yang terbagi dua, kesan pertama adalah pas dan nikmat. Serasa celana jeans itu bersatu dengan kulit kaki dan tak pernah ingin lepas. Bercermin hanya melihat bagian perut sampai ke bawah, untuk saat itu bagian badan atas seperti terlupakan. Mungkin yang terpikirkan hanyalah celana jeans yang melekat pada kaki indah ini.
Seiring berjalannya waktu tanpa ku sadari, ternyata selama akhir-akhir ini celana yang aku pakai hanyalah whisper jeans. Seperti slogan dalam iklan minuman, “apapun acaranya, celananya pake whisper jeans”. Tapi memang tidak ada yang keberatan atau meneliti dengan seksama mengapa jeans yang aku pakai hanya yang jenis itu saja.
Detik berlalu dan tak menyangka sudah mulai mencicipi bangku kuliah, bangku yang berbeda dengan bangku-bangku yang lainnya, bangku yang diperebutkan oleh ratusan ribu anak muda di seluruh negeri, bangku yang diimpi-impikan untuk dapat diduduki oleh semua kalangan, tidak hanya kalangan atas dan bertahta saja, tapi bisa diduduki oleh anak muda dari keluarga petani, nelayan, tukang becak, penjual asongan, penjahit dan sebagainya.
Whisper jeans ku bawa sampai bangku kuliah, semester 5 yang kini masih ku tempuh dengan otak yang sedikit terisi tentang public static void main dan system print out ln. whisper jeans yang tetap sama saat dipakai, tetap nyaman dengan kaki yang melekat pada susunan tubuhku. Namun ada sedikit fisik yang berubah, whisper jeans sudah mengalami berbagai rintangan dan halangan, membuatnya menjadi sedikit beerubah dalam fisik khususnya bagian lutut, sobekan-sobekan penuh makna bermunculan karena jeans sudah “berumur”. Ibarat manusia yang sudah berumur 70 tahun, whisper jeans masih mempunyai aroma karismatik tak terbantahkan.
Banyak manusia yang mengkritik, mengapa jeans butut penuh sobekan masih saja dipakai dengan penuh percaya diri, apa tidak ada celana yang lebih layak lagi, masih bisakah itu dikatakan celana jeans?. Hey yang bernama manusia, sesuatu itu tidak bisa selalu diukur dari kemewahan dan harga uang yang tinggi, keindahan dan makna mendapatkannya adalah faktor yang tidak bisa diukur dengan uang dan tahta, nilai historis dari suatu barang yang kita miliki tidak bisa dibeli dengan nilai mata uang yang berjuta-juta. Pada dasarnya, kemewahan itu muncul karena kenyamanan dan keindahan yang terbentuk dari bagaimana orang itu merasa lebih percaya diri dari apa yang dipakainya. Percaya diri dengan style yang menurutnya pantas untuk diri mereka, style yang mereka buat sendiri. aku menghargai dan respect dengan orang-orang yang merasa yakin dengan style yang ia buat sendiri, itu menandakan kejujuran. Dan apa jadinya jika semua orang punya style yang sama, pasti sangat membosankan tentunya ketika melihat hal yang sama dan itu-itu saja. Sekali lagi aku tekankan, ini bukan masalah kemewahan, tapi ini menyangkut kenyamanan, percuma dianggap mewah tapi kita tidak nyaman. Kemewahan tercipta dari sebuah kenyamanan, keindahan, history, dan kejujuran.
Sama seperti cinta, perasaan harusnya melambangkan kejujuran, cinta itu adalah kenyamanan. Mencintai Tuhan mengartikan bahwa kita nyaman (percaya) kepada Tuhan, mencintai orang tua menandakan bahwa kita nyaman (saling kasih sayang) kepada orang tua. Begitu juga ketika kita mencintai seseorang, bermakna bahwa kita memang nyaman (sayang) dengan orang tersebut, tulus dan jujur. Mencintai seseorang merupakan gejolak perasaan yang tertuang dari seberapa nyaman kita dengan dia, seberapa nyaman hati kita ketika bertatapan langsung, seberapa nyaman kita menerima dia. Tak peduli pasangan kita gendut seperti badut, kulit hitam seperti tinta, kurus seperti tongkat lurus, cupu seperti anak lugu, muka hancur seperti kencur, badan bau seperti kerbau, tak punya harta berlebih seperti para konglomerat tinggi, yang penting mereka adalah pasangan kita. Kekasih yang indah adalah ketika kita nyaman dengan dia, tidak merasa minder ketika berjalan dengannya, tidak ada rasa malu ketika memperkenalkan dirinya kepada para manusia (teman). karena ketika kita merasa nyaman dan tenang, maka sesungguhnya cinta itu telah tumbuh tulus dan jujur. Ini bukan menyangkut gengsi terhadap orang lain yang selalu menginginkan manusia sempurna yang sebenarnya tak pernah ada di dunia. Ini tentang kenyamanan dan kejujuran dari sebuah kata yang disebut cinta. Percuma kita mempunyai pasangan yang cantik / ganteng, popular, idola, tapi mereka merasa malu untuk melewati hari-hari dengan kita. Semua itu adalah ilusi kosong.
Seberapa jelek barang yang kamu miliki, namun jika kamu merasa nyaman, maka banggalah untuk menggunakannya.
Seberapa buruk pasangan yang kamu miliki, namun jika kamu merasa nyaman, maka berbahagialah untuk melewati hari-hari indahmu.
By BIBIL
Sedikit menyimpang dari cerita, tentang perasaan. Perasaan mungkin lebih banyak dikenal orang-orang dengan perumpamaan kata sayang dan cinta. Hal yang paling absurd di dunia memang masih disebut cinta. Cinta menyatakan perasaan yang timbul dari gejolak-gejolak aneh yang ada dalam jiwa. Gejolak yang menandakan kebahagian ketika tersampaikan rindu dan harapan. Gejolak yang terasa lebih indah ketika bertemu dan menatap sang pembawa kasih. Perasaan dan cinta itu anugerah, meskipun tersampaikan ataupun tersakitkan. Karena itu tanda bahwa kita masih bisa merasakan cinta dan sakit. Dua hal yang memang selalu berdampingan dan tak terpisahkan.
Celana jeans, suatu barang yang sudah tak terpisahkan lagi dengan kehidupan para pemuda-pemudi kita. Dulu jeans memang dianggap sebagai budaya dari barat yang dikhawatirkan membawa dampak buruk bagi para generasi muda bangsa Indonesia. Sampai saat ini pun jeans dianggap oleh sebagaian kalangan merupakan produk dari kaum yang tak terhormat (tidak disebutkan kaum apa, karena sama sekali tidak ingin menjatuhkan kalangan manusia yang lainnya). Namun, ada pandangan yang berbeda, jeans merupakan pemrakarsa orang luar, tapi selama kita tidak mengambil keburukan dari hal tersebut, bisa dianggap boleh saja kita menggunakan produk jeans tersebut. Ya mungkin lebih baik kita biarkan orang-orang yang lebih mengerti tentang hal itu yang mengurusnya, kita lebih asyik mengamatinya saja. (hahaha).
Tahun 2005, sebuah hal terjadi, mungkin kalau aku lebih menyebutnya sebuah keajaiban, karena dipertemukan dengan celana jeans berwarna agak gelap (sampai sekarang belum paham sebenernya berwarna apa jeans itu). I called “whisper jeans”. First time yang dilakukan bila memiliki barang baru pastinya adalah mencobanya. Kaki sedikit mekangkang dan memasukkan ke lubang celana yang terbagi dua, kesan pertama adalah pas dan nikmat. Serasa celana jeans itu bersatu dengan kulit kaki dan tak pernah ingin lepas. Bercermin hanya melihat bagian perut sampai ke bawah, untuk saat itu bagian badan atas seperti terlupakan. Mungkin yang terpikirkan hanyalah celana jeans yang melekat pada kaki indah ini.
Seiring berjalannya waktu tanpa ku sadari, ternyata selama akhir-akhir ini celana yang aku pakai hanyalah whisper jeans. Seperti slogan dalam iklan minuman, “apapun acaranya, celananya pake whisper jeans”. Tapi memang tidak ada yang keberatan atau meneliti dengan seksama mengapa jeans yang aku pakai hanya yang jenis itu saja.
Detik berlalu dan tak menyangka sudah mulai mencicipi bangku kuliah, bangku yang berbeda dengan bangku-bangku yang lainnya, bangku yang diperebutkan oleh ratusan ribu anak muda di seluruh negeri, bangku yang diimpi-impikan untuk dapat diduduki oleh semua kalangan, tidak hanya kalangan atas dan bertahta saja, tapi bisa diduduki oleh anak muda dari keluarga petani, nelayan, tukang becak, penjual asongan, penjahit dan sebagainya.
Whisper jeans ku bawa sampai bangku kuliah, semester 5 yang kini masih ku tempuh dengan otak yang sedikit terisi tentang public static void main dan system print out ln. whisper jeans yang tetap sama saat dipakai, tetap nyaman dengan kaki yang melekat pada susunan tubuhku. Namun ada sedikit fisik yang berubah, whisper jeans sudah mengalami berbagai rintangan dan halangan, membuatnya menjadi sedikit beerubah dalam fisik khususnya bagian lutut, sobekan-sobekan penuh makna bermunculan karena jeans sudah “berumur”. Ibarat manusia yang sudah berumur 70 tahun, whisper jeans masih mempunyai aroma karismatik tak terbantahkan.
Banyak manusia yang mengkritik, mengapa jeans butut penuh sobekan masih saja dipakai dengan penuh percaya diri, apa tidak ada celana yang lebih layak lagi, masih bisakah itu dikatakan celana jeans?. Hey yang bernama manusia, sesuatu itu tidak bisa selalu diukur dari kemewahan dan harga uang yang tinggi, keindahan dan makna mendapatkannya adalah faktor yang tidak bisa diukur dengan uang dan tahta, nilai historis dari suatu barang yang kita miliki tidak bisa dibeli dengan nilai mata uang yang berjuta-juta. Pada dasarnya, kemewahan itu muncul karena kenyamanan dan keindahan yang terbentuk dari bagaimana orang itu merasa lebih percaya diri dari apa yang dipakainya. Percaya diri dengan style yang menurutnya pantas untuk diri mereka, style yang mereka buat sendiri. aku menghargai dan respect dengan orang-orang yang merasa yakin dengan style yang ia buat sendiri, itu menandakan kejujuran. Dan apa jadinya jika semua orang punya style yang sama, pasti sangat membosankan tentunya ketika melihat hal yang sama dan itu-itu saja. Sekali lagi aku tekankan, ini bukan masalah kemewahan, tapi ini menyangkut kenyamanan, percuma dianggap mewah tapi kita tidak nyaman. Kemewahan tercipta dari sebuah kenyamanan, keindahan, history, dan kejujuran.
Sama seperti cinta, perasaan harusnya melambangkan kejujuran, cinta itu adalah kenyamanan. Mencintai Tuhan mengartikan bahwa kita nyaman (percaya) kepada Tuhan, mencintai orang tua menandakan bahwa kita nyaman (saling kasih sayang) kepada orang tua. Begitu juga ketika kita mencintai seseorang, bermakna bahwa kita memang nyaman (sayang) dengan orang tersebut, tulus dan jujur. Mencintai seseorang merupakan gejolak perasaan yang tertuang dari seberapa nyaman kita dengan dia, seberapa nyaman hati kita ketika bertatapan langsung, seberapa nyaman kita menerima dia. Tak peduli pasangan kita gendut seperti badut, kulit hitam seperti tinta, kurus seperti tongkat lurus, cupu seperti anak lugu, muka hancur seperti kencur, badan bau seperti kerbau, tak punya harta berlebih seperti para konglomerat tinggi, yang penting mereka adalah pasangan kita. Kekasih yang indah adalah ketika kita nyaman dengan dia, tidak merasa minder ketika berjalan dengannya, tidak ada rasa malu ketika memperkenalkan dirinya kepada para manusia (teman). karena ketika kita merasa nyaman dan tenang, maka sesungguhnya cinta itu telah tumbuh tulus dan jujur. Ini bukan menyangkut gengsi terhadap orang lain yang selalu menginginkan manusia sempurna yang sebenarnya tak pernah ada di dunia. Ini tentang kenyamanan dan kejujuran dari sebuah kata yang disebut cinta. Percuma kita mempunyai pasangan yang cantik / ganteng, popular, idola, tapi mereka merasa malu untuk melewati hari-hari dengan kita. Semua itu adalah ilusi kosong.
Seberapa jelek barang yang kamu miliki, namun jika kamu merasa nyaman, maka banggalah untuk menggunakannya.
Seberapa buruk pasangan yang kamu miliki, namun jika kamu merasa nyaman, maka berbahagialah untuk melewati hari-hari indahmu.
By BIBIL
Langganan:
Postingan (Atom)
